KB Bergulir, Cerai Berkurang

Angka perceraian yang cukup tinggi di Kabupaten Sambas harus disiasati dengan beragam metode atau cara. Program Keluarga Berencana dengan jargonnya Dua Anak Cukup sekilas tidak memiliki relevansi atau keterkaitan yang erat dengan angka perceraian.

Namun, bagi seorang Atbah Romin Suhaili Lc, Bupati Sambas, KB dan Memutus Angka Perceraian di Kab Sambas memiliki keterkaitan yang kuat. Saat mencanangkan kampung KB ketiga di tahun 2017 tepatnya di Desa Serumpun Kec Salatiga, Bupati menegaskan Program KB harus bisa memutus mata rantai panjangnya kasus perceraian di Kab Sambas.

“Program KB sebagaimana kita ketahui bersama KB merupakan kependekan dari kepanjangan Keluarga Berencana. Dalam Mars KB disebutkan dengan KB terciptanya kondisi keluarga yang bahagia. Inilah yang harus kita sepakati bersama, dengan menggalakkan Program Keluarga yang Berencana, melahirkan kebahagiaan didalam keluarga, artinya komunikasi membaik. Tidak ada perselisihan, tidak ada perceraian,” papar Bupati.

Karenanya menurut Atbah, Program Keluarga Berencana harus disukseskan, bukan hanya focus pada dua anak cukup. Tetapi pinta dia, bagaimana sebuah keluarga memiliki komitmen dan kesepakatan dalam membina rumah tangga yang berkualitas.

“Dengan Program Keluarga Berencana, kita semua harus memiliki perencanaan yang baik untuk pendidikan anggota keluarga kita, ekonominya, hingga kesehatannya. Inilah seyogyanya perencanaan yang baik dalam keluarga, sehingga terciptalah harmonisasi dalam keluarga,” tutur dia.

Dia menegaskan, kasus perceraian di Kab Sambas cukup mengkhawatirkan. Fenomena itu jelas dia banyak disebabkan karena kasus selingkuh atau suami nikah lagi. “Bercerai itu memang dibolehkan, tetapi Allah Swt membencinya. Jadi bagaimana komitmen kampung KB ini mampu menekan angka perceraian di Kab Sambas. Bantu pemda kab sambas menciptakan keluarga-keluarga yang berkualitas, keluarga yang harmonis dengan program keluarga berencana ini, rencanakan dengan baik,” sebut dia.



Leave a Reply