Eksistensi Pramuka Hadapi Bonus Demografi Indonesia

Want create site? With Free visual composer you can do it easy.

Tahun 2020-2030, Indonesia diperhitungkan mendapatkan bonus demografi. Yakni penduduk dengan usia produktif sangat besar dan sementara usia muda semakin kecil dan usia lanjut sedikit. Jumlah usia angkatan kerja berkisar 15 hingga 64 tahun pada tahun tersebut diatas diperkirakan mencapai angka 70 persen, sedangkan sisanya sebanyak 30 persen adalah pendudukan yang tidak produktif atau berada dibawah 15 tahun dan diatas 65 tahun. Dikatakan Hj Hairiah SH MH, Wakil Bupati Sambas, bonus demografi tersebut tentunya membawa dampak sosial ekonomi, dapat bernilai positif maupun negatif.
Pada momentum peringatan hari pramuka Agustus lalu, Hairiah mengajak gerakan pramuka menyikapi peluang ini. Kata dia, melimpahnya jumlah penduduk usia kerja akan menguntungkan dari sisi pembangunan sehingga dapat memacu pertumbuhan eknomi ke tingkat yang lebih tinggi yang akan meningkatkan kesejahteraan masyarakat secara keseluruhan. Hanya saja, diingatkan Wabup, berkah bonus demografi tidak akan menjadi peluang positif jika tidak dipersiapkan kedatangannya.
“Permasalahan pembangunan sumber daya manusia harusnya dapat menjadi prioritas penyelesaiannya sebelum bonus demografi datang. Jangan yang seharusnya menjadi berkah justru membawa bencana dan membebani negara karena masalah yang mendasar yaitu kualitas manusia yang rendah,” ingat Wabup dihadapan seribuan anggota pramuka yang menghadiri perayaan hari pramuka di Jawai.
Inilah yang menurut Wabup menjadi tantangan bersama, meningkatkan kualitas manusia Indonesia. Gerakan pramuka pinta dia mampu menjadi pionir motivasi peningkatan kualitas manusia dengan membekali pendidikan karakter dan kompetensi iptek berbasis kecakapan yang kelak menjadi bekal hidup kaum muda Indonesia. “Solusi lain yang dapat kita wujudkan bersama-sama adalah dengan memberikan keterampilan kepada tenaga kerja produktif sehingga pekerja tidak hanya bergantung pada ketersediaan lapangan pekerjaan tapi mampu menciptakan pekerjaan itu sendiri,” ulas Hairiah.
Tugas ini, bukan hanya menjadi tanggung jawab pemerintah saja, katanya, masyarakat harus menjadi pendukung utama pembangunan kualitas manusia Indonesia. Disinilah menurut Wabup, pentingnya peranan gerakan pramuka yang berpeluang memberikan kontribusi dalam peningkatan kualitas manusia Indonesia khususnya kaum muda berkarakter kelak mampu menjadi pemimpin bangsa Indonesia yang lebih baik.
“Gerakan pramuka harus dapat memberikan nilai tambah bagi anggotanya dan hal inilah yang perlu dikaji dan dikembangkan terus menerus oleh pusat pendidikan pelatihan dan pusat penelitian dan pengembangan kepramukaan bekerjasama dengan berbagai pemangku kepentingan. Peranan satuan karya pramuka atau Saka perlu ditingkatkan untuk menciptakan peluang kerja yang berbasis pada kecakapan-kecakapan khusus dalam kridanya,” papar Wabup.

Did you find apk for android? You can find new Free Android Games and apps.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *