Apresiasi Temu Penyuluh Pertanian

Bupati Sambas, H Atbah Romin Suhaili Lc mengapresiasi kegiatan temu teknis penyuluh pertanian se-Kabupaten Sambas. Kegiatan digelar di Pantura Jaya, Rabu (6/3). Dikatakan dia, sinkronisasi seluruh program pembangunan pertanian di Kab Sambas harus berjalan efektif dan efisien agar mampu menciptakan hasil pertanian berdaya saing di era pasar global.

“Kabupaten Sambas punya potensi besar pada aspek pembangunan pertanian. Khususnya tanaman pangan dan hortikultura. Daerah kita sudah dikenal sebagai lumbung padi untuk kalbar. Fakta ini harus terus menjadi perhatian para penyuluh pertanian untuk menghasilkan kinerja yang baik,” Ajak dia. Peran penyuluh pertanian jelas dia adalah ujung tombak pembangunan pertanian. Kinerja penyuluh lanjut dia diarahkan pada dukungan seluruh program dibidang pertanian.

“Keberhasilan mencapai sasaran yang maksimal dari pelaksanaan program sangat ditentukan kinerja para penyuluh pertanian. Saya menginginkan semua penyuluh, jajaran dinas pertanian bekerja serius dan maksimal, dan kita doakan hasilnya Allah menentukan juga optimal dan maksimal yang terbaik,” ungkapnya. Tahun 2019, Kabupaten Sambas ditargetkan untuk luas tanam padi mencapai 123.743 hektar, luas tanam jeruk 8.700 hektar. Target produksi padi 388.443 ton gabah kering giling dan jeruk 111.273 ton.

“Kita harus belajar dari kondisi pertanian orang jepang. Tidak hanya ilmu, teknologinya. Tetapi mentalnya,” tegas Bupati. Atbah menuturkan, ilmu dan teknologi seyogyanya sangat menentukan pada hasil. Tetapi, menurut dia, Jepang memiliki mentalitas yang baik dalam segala aspek termasuk pembangunan pertaniannya.



Leave a Reply