Anggaran Perubahan Resmi Diterima DPRD

Bupati Sampaikan APBD Perubahan Ke DPRD
Bupati Sambas, H Atbah Romin Suhaili Lc secara resmi menyampaikan nota pengantar keuangan rancangan perubahan anggaran pendapatan dan belanja daerah kabupaten sambas tahun anggaran 2017, Rabu (13/9).

Dalam paparannya, Bupati menyebutkan pendapatan daerah ditarget sebesar 1 koma 583 triliun rupiah bertambah sebesar 23 koma 994 miliar rupiah atau naik 1 koma 54 persen dari semula yang ditarget sebesar 1 koma 558 triliun.

“Dari jumlah tersebut, penerimaan PAD direncanakan sebesar 115 koma 942 miliar rupiah, naik 13 koma 83 persen dari target APBD 2017 sebesar 101 koma 855 miliar rupiah,” ungkap Bupati. Penerimaan dana perimbangan dituturkan Bupati direncanakan sebesar 1 koma 258 triliun rupiah, naik nol koma 33 persen dari target APBD 2017 sebesar 1 koma 254 triliun rupiah.

Terkait penerimaan lain-lain pendapatan daerah yang sah, dijelaskan Atbah naik 2 koma 84 persen dari target APBD 2017 sebesar 202 koma 769 miliar rupiah menjadi sebesar 208 koma 520 miliar rupiah.
“Dari sisi belanja, peningkatan ruang fiskal dilakukan melalui pengalokasian pendapatan ke belanja prioritas dan yang telah diarahkan, optimalisasi belanja di setiap SKPD, pengalokasian SILPA pada kegiatan sesuai prioritas dan selektif terhadap kegiatan pembangunan fisik atau infrastruktur,” terang dia.

Dengan tetap berpedoman pada RKPD, sejalan dengan RPJMD 2016-2021, Atbah menerangkan, penyusunan perubahan dimaksud tetap dengan mempertimbangkan evaluasi pelaksanaan APBD Tahun Anggaran 2017 sampai dengan bulan agustus 2017 serta memperhatikan sinkronisasi kebijakan belanja dari Pemerintah Pusat dan Pemerintah Propinsi Kalbar.

Anggaran belanja lanjut dia diarahkan untuk kebijakan program pembangunan daerah, perubahan kebijakan pemerintah pusat dan peningkatan kapasitas lembaga perwakilan rakyat daerah. “Selain itu dalam rangka mengoptimalkan anggaran belanja daerah, dilakukan pergeseran anggaran program dan kegiatan pada masing-masing SKPD. Anggaran belanja daerah dalam rancangan perubahan kali ini dialokasikan sebesar 1 koma 616 triliun rupiah atau naik 2 koma 38 persen dari target APBD 2017 sebesar 1 koma 578 triliun rupiah,” ujarnya.

Rinciannya, dibeberkan Bupati, belanja tidak langsung dialokasikan turun 4 koma 30 persen dari target APBD 2017 sebesar 938 koma 328 miliar rupiah menjadi 897 koma 996 miliar rupiah. Sedangkan belanja langsung disebutkan Bupati dialokasikan 717 koma 810 miliar atau naik 12 koma 17 persen dari target APBD 2017 sebesar 639 koma 957 miliar rupiah.

“Disisi pembiayaan, sebagai konsekuensi dari percepatan pembangunan infrastruktur dasar, pemerintah memerlukan dana relatif besar, sehingga berdampak pada terjadinya defisit anggaran. Untuk mendukung pelaksanaan kebijakan keuangan, defisit anggaran tersebut ditutup oleh sumber pinjaman daerah dan pemanfaatan SILPA,” terang dia.

Defisit pada rancangan perubahan APBD 2017 sebesar 33 koma 254 miliar rupiah dijelaskan Bupati akan dibiayai dari pinjaman daerah sebesar 74 koma 963 miliar rupiah dan pemanfaatan SILPA sebesar 12 koma 530 miliar rupiah setelah pokok utang dilunasi.



Leave a Reply