Bupati kunker ke Rana Wastu Kencana Agrina Plantation

Bupati Sambas, H Atbah Romin Suhaili Lc, melakukan kunjungan kerja ke PT Rana Wastu Kencana Agrina Plantation, Kamis (28/2). Bupati didampingi kadis pertanian, kominfo, tenaga kerja transmigrasi dan dinas pemberdayaan perempuan. Kunker Bupati tersebut dalam rangka menutup kegiatan Latihan Bela Negara.

Kegiatan yang diikuti 30 mandor kebun dan dilaksanakan di area perkebunan tersebut ditutup secara resmi oleh Bupati Sambas, H Atbah Romin Suhaili Lc, Kamis (28/2). Bupati mengatakan kehadirannya karena kegiatan ada latihan bela Negara. “Saya lihat sendiri, bagaimana semangat para mandor yang sudah dididik selama 10 hari, sungguh luar biasa, di hutan yang sunyi senyap ini ada semangat bela Negara yang luar biasa. Dan semangat ini harus ditanamkan saat bekerja di perusahaan, seperti kedisiplinan dan rasa memiliki perusahaan,” kata Bupati Sambas.

Disampaikan Bupati Sambas, adanya investasi masuk. Akan memberikan dampak pada perekonomian masyarakat. Bahkan Bupati berharap, selain kebun sawit, RWK ASP bisa membawa investasi lain ke Sambas.

“Namun yang perlu menjadi catatan, banyak perusahan yang hadir ditengah-tengah masyarakat, dalam perjalanannya muncul persoalan sosial masyarakat. Kami berharap RWK ASP ini bisa meminimalkan itu semua. Dan dengan semangat ini, saya yakin RWK bisa,” katanya.

Direktur HRD, Vincentius Armadi mengatakan pihaknya bekerja sama dengan Rindam XII TPR dalam kegiatan latihan bela Negara, yang sekarang ini khusus untuk mandor kebun yang dimulai pada 18 Februari 2019. “Kalau latihan bela Negara yang sekarang ini, adalah angkatan ke dua yang diikuti sekitar 30 mandor kebun. Namun untuk kegiatan latihan bela Negara secara umum sudah kali ke tiga dilaksanakan,” kata Vincentius Armadi, Kamis (28/2).

Diharapkan, melalui kegiatan latihan bela Negara, bagaimana seluruh karyawan terutama mandor kebun. Memiliki semangat, disiplin, memiliki semangat juang bagi diri sendiri untuk memiliki orientasi dalam melaksanakan tugas.

“Mandor yang ada ini, adalah warga Sambas. Setelah mengikuti pelatihan mereka bisa memiliki semangat juang untuk diri sendiri membangun orientasi masa depan. Sehingga secara tidak langsung, kami dari pihak perusahaan turut mendukung pemerintah, membangun Sumber Daya Manusia khususnya di Kabupaten Sambas,” katanya.

Lantaran, dalam istilah membela Negara, bukan saja harus berperang. Namun bagaimana bisa memperjuangkan pembangunan masyarakat. “Kami tak hanya sekadar bisnis, namun kami juga wajib memberikan kontribusi nyata untuk masyarakat Kabupaten Sambas. Termasuk dalam upaya kami mencegah seluruh karyawan yang merupakan warga Sambas, terjerat narkoba,” katanya.

Direktur Operasional, S Manullang menyatakan apresiasinya dan rasa bangga, Bupati Sambas berkenan meluangkan waktu hadir  dalam kegiatan penutupan pelatihan Bela Negara yang dilaksanakan di kebun ini. “Sungguh suatu berkah bagi kami, Bupati Sambas bisa meluangkan waktu untuk langsung hadir, ini tentunya memberikan semangat pada kami, sungguh suatu berkat bagi kami,” kata S Manullang.

Apresiasi juga disampaikan kepada Danrindam XII/TPR yang telah memberikan pelatihan selama 10 hari, yang ke depannya mudah-mudahan kerja sama seperti ini terus bisa dijalin dengan baik. Begitu juga kepada sejumlah Kepala Dinas di lingkungan Pemkab Sambas, yang diantaranya Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan, Kepala Dinas Kominfo, Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi, Kepala Dinas P2M dan KB Kabupaten Sambas.

Begitu juga kepada Kepala Desa, Tokoh Agama, tokoh masyarakat dan seluruh karyawan RWK ASP serta masyarakat. “Khusus kepada para mandor kebun, apa yang sudah didapat dalam latihan ini. diterapkan agar ke depan menjadi lebih baik,” katanya.



Tinggalkan Balasan